JadiLah sepeRti air
Awalnya bingung dengan tulisan tersebut “JadiLah kamu seperti air” maksudnya bagaimana yaaaa kok disuruh menjadi seperti air…kemudian saya berpikir mungkin maksudnya dengan menjadi air maka kita akan menjadi seperti,,,,, lihatlah air dengan elastisitasnya dia akan menjadi seperti apa yang dia ingin kan. Akan menjadi teh, susu, kopi bahkan balok es. Dia tidak terpengaruh tapi dia membentuk dirinya sendiri. Juga pada saati air itu sendirian dia tetap akan diam dalam suasana yang sama dan warna yang sama pulaaa…hening jerniiiih..itulah air…..tetap dalam porsinya dan kodratnya…..Mungkin dari sini bisa ditarik kesimpulan jadilah kamu seperti air dia tidak pernah terpengaruh oleh apapun dan siapaun dia mampu membentuk dirinya sendiri ingin menjadi apa dia selalu nampak sama padahal didalamnya penuh dengan pemikiran dan kemampuan yang lebih seperti “taLk Less Do More” mungkiin..karena kebanyakan orang yang berkata lebih belum tentu dia juga akan berbuat lebih justru yang berkata sedikit dan lebih mempunyai pemikiran yang kritis juga perbuatan yang lebih…. sebenarnya apa yang kamu cari dalam hidup ini…aq lebih mencari pada sebuah kehidupan yang nyataaa…kehidupan yang bisa aq gunakan agar aq bisa berguna untuk orang lain untuk Ibuku Ibuku Ibuku keluargaku dan orang orang yang aq sayank disekitarku maka carilah dia dan teruslah mencari karena dengan mencari pasti kita akan menemukanya. Itu pastiiii entah kita menemukannya tepat pada waktunya atau pun sudah terlambat yang pasti kita akan menemukan jawabannya. Kuncinya hanya satu ” Kajilah setiap apa yang terjadi pada dirimu ” dari situlah kita bisa mengerti apa yang sedang terjadi pada diri kita sehingga kita mampu membuat keputusan untuk diri kita sendiri. Pertimbangkanlah setiap keputusan yang akan diambil sesuai dengan kemampuan kita kemudian putuskanlah dan lihatlah hasilnya. Apapun hasilnya itu adalah keputusan kita entah itu nantinya akan salah atau benar. Karena kesalahan juga merupakan guru yang terbaik dan adapun kita mengetahuinya sebagai keputusan yang salah pastilah karena kitasudah mengambil keputusan terlebih dahulu. Juga sebuah kesalahan dan kebenaran hanyalah bersifat subyektif tergantung dari sudut mana kita melihatnyaaa….. yang jelas kita harus yakin apa yang menurut kita benar… Karena memutuskan sesutu lebih baik dari hanya sekedar Klo begini kLo begituuuu….dan kLooooo….. Sebuah hasil keputusan yang menyakitkan maupun menyenangkan itu ada karena kita sudah terlalu banyak berharapa. Jika harapan kita sesuai maka senanglah hati kita jika tidak sesuai dengan hati maka sakitlah hati ini..kapan kita bisa memutuskan sesuatu yang objective jika harapan sudah ada pada permulaan….tetap pada kebenaranlah yang harus diperjuangkan dalam segala Laku kita…sekali Langkag membelok dari kebenaran Maka kita akan teRsesat semakin jauh…..saat Langkah kaki ini berada dalam peraduan perbelokan yakinlah tak ada kata tidak bisa selama kesadaran masih ada selama niat masih menggema dan selama kaki bisa melangkah…Perlu kekuatan untuk memperjuangkannya..perlu kesabaran untuk melaluinya…perlu keyakinan untuk memeluknya dan perlu keberanian untuk memutuskan….

Leave a Reply