header image
 

Malam itu

Suatu malam saat dirinya datang menghampiriku…ada yang bergejolak di dalam dada. Keinginan yang besar untuk segera bertemu setelah sekian lama terpisahkan dan setelah sekian peliknya masalah membuat urat nadi menjadi tegang. Di malam itu dia menemuiku dengan sejuta senyum, senyum mempesona penuh kebijaksanaan dan penuh cinta. Dan seketika itu hilanglah semua penat yang ada dalam kelenjar otak.

Berlenggang bersama menelusuri sudut kota yang bergelimang akan lampu di malam hari. Bergandeng tangan..uuugghhh begitu mesranya aq pikir karena sudah lama sekali saat itu tak pernah singgah lagi dalam hatiku. Mencoba menikmati apa yang aq rasakan dan apa yang aq genggam saat itu. Namun kemesraan saat itu berlangsung sekejap….sekejap berubah mencoba untuk menunjukan keegoisan masing - masing mencoba untuk memenangkan argumen masing - masing. Yaaaa yang namanya manusia pasti mempunyai rasa keegoisan entah seberapa kecil dan seberapa besarnya keegoisan itu bergantung dari hati pemiliknya.

Tahukah kamu kadang bumbu penyedap rasa itu memang menambah sedikit kenikmatan rasa tersendiri dalam masakan sama halnya dengan perang dingin antara dua sejoli, adu mulut, perang argumentasi mungkin, kadang semua itu justru menambah hubungan semakin mesra semakin menantang semakin menarik dan semakin bergejolak untuk lebih menikmatinya. So….buatlah sedemikan rupa hubungan mu dan si dia lebih dari sekedar hubungan antra dua manusia, cobalah untuk lebih membaca dengan hati mendengar dengan hati bahkan lebih dari itu..cobalah untuk melihatnya dengan cinta dan mendengarnya dengan cinta…karena hanya dengan cinta mata mampu berbicara.

Malam yang begitu indah dan akan sangat mengecewakan untuk dilewati begitu sajaaa….diatas gedung tertinggi di kota ini diringi lampu nan indah lantunan musik mengalun mengiringi kemesraan setiap pasangan. Begitu pula antara aku dan dirinya, bumbu penyedap rasa yang menambah jiwa lebih bergejolak, gejolak cinta yang semakin dalam yang membuat ku menemukan kembali kemestri antara aku dan dirinya, sungguh malam yang begitu indah dan sangat indah yang aq lalui bersamanya. Sebuah kisah yang tak akan pernah terlupa.

Malam semakin larut, bulan semakin ciut menampakan senyumnya debaran angin dingin mulai menyelimuti ditambah hiruk pikuk orang – oang disekitar yang sama – sama ingin cepat sampai di rumah. Tapi bagiku aku ingin lebih lama dan lebih lama bersamanya malam ini, malam ini sajaaaaa….kemesraan yang tak ingin aku akhiri begitu saja. Sungguh indah…terima kasih Cinta…

~ by dhee-ann on March 13, 2009.

Leave a Reply